Yesus Dibaptis

Mungkin beberapa dari kita ada yang bertanya. ‘Kalau Yesus itu Tuhan, mengapa Ia dibaptis?’ Pertanyaan ini  masuk akal, sebab, jika berpatokan bahwa Kristus itu Tuhan dan tidak berdosa, maka memang seharusnya Ia tidak perlu dibaptis. Namun faktanya Yesus mengajukan diri-Nya untuk dibaptis oleh Yohanes Pembaptis. Jelas ada maksud lain yang ingin dinyatakan oleh Allah tentang Baptisan ini.

         St. Thomas Aquinas, di dalam bukunya, Summa Theology, menjelaskan alasan mengapa Kristus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis, salah satunya adalah agar Kristus dapat menguduskan baptisan. Dengan Baptisan itu, Kristus menguduskan air sebagai materi baptisan, dan dengan baptisan ini, maka orang-orang, termasuk kita akan tahu bahwa ini adalah cara yang digunakan oleh Kristus untuk menguduskan kita sebagai umat Allah. Baptisan Yesus juga mempunyai makna lain, yakni nubuat akan kedatangan Yesus, “Sesudah aku, akan datang Dia yang lebih berkuasa dari padaku…..” (Mrk.1:7); Dan pelantikan Yesus sebagai Anak Allah Yang dikasihi, “Engkaulah Anak yang Kukasihi…..” (Mrk.1:11).  

Dengan peristiwa baptisan tersebut, Yesus mulai tampil di muka umum. Inilah awal dari karya dan perutusan Tuhan Yesus di depan publik. Dan luar biasanya, Yesus memulai semua karya-Nya justru dengan tindakan awal ini: turun dan mengambil rupa atau bersolider dengan manusia. Dan ternyata tindakan ini bukan hanya awal dengan memberi diri dibaptis, tetapi kemudian lebih solider lagi yakni dengan memberi diri disalibkan – wafat di salib untuk manusia.

Kiita, sebagai pengikut Krisus juga memberi diri untuk dibaptis. Bukan menurut baptisan Yohanes Pembaptis yang hanya menandai pertobatan, namun baptisan oleh Kristus yang menyempurnakannya, yaitu selain pertobatan, juga menandai kehidupan yang baru di dalam Kristus agar kita diselamatkan. Kehidupan baru di dalam Kristus ini terjadi karena kita disatukan dalam kematian Kristus dan kebangkitan-Nya, sehingga kita memperoleh hidup ilahi. Kehidupan ilahi inilah yang menjadikan kita anak-anak angkat Allah, sebab Roh Kudus-Nya tinggal di dalam kita. Melalui Baptisan inilah, kita menerima perkataan Allah Bapa, seperti yang dikatakan-Nya ketika Kristus dibaptis, “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasii, kepadaMulah Aku berkenan.”

Agus Suwanto

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s